GARUT – Dalam waktu dekat, di Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut akan digelar acara wayang golek yang akan dikolaborasikan dengan acara sosialisasi menggempur rokok ilegal.
Wah menarik nih ya. Lantas seperti apa acara menggempur rokok ilegal tersebut? Berikut ini penjelasan Kades Cintarasa, Sirod ketika ditemui di kantornya Kamis 1 Desember 2022.
Sirod menjelaskan bahwa acara wayang golek dan sosialisasi rokok ilegal itu diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi khususnya satpol PP dan Kanwil Bea Cukai.
” Tema yang akan diambil utamanya sosialisasi penggempuran atau penghapusan rokok illegal yang sudah merebak di masyarakat sekarang,” ujar Sirod ketika diwawancarai di kantornya.
Lokasinya kata SIrod, akan dilaksanakan di Kampung Sangkan, Desa Cintarasa, kecamatan Samarang. Pelaksanaan sendiri akan berlangsung tanggal 3 dan 4 Desember 2022 ini.
Selain sosialisasi rokok ilegal, juga akan ada acara istigosah untuk mendoakan warga Kabupaten Cianjur yang tertimpa musibah gempa.
Lebih jauh Sirod menjelaskan bahwa masyarakat harus tahu apa itu rokok ilegal. Dan bagaimana dampaknya terhadap ekonomi bangsa.
Menurut Sirod, merokok adalah sebuah pilihan. Karena banyak orang yang suka merokok. ” Semua pasti senang merokok,” ujarnya.
Namun yang harus diketahui adalah legalitas rokoknya. Apakah rokok itu legal atau tidak legal. Sah atau tidak sah.
BACA JUGA: Dosen SITH ITB Berikan Pelatihan Pada Warga Garut, Mengolah Produk Pertanian dan Budidaya Lebah Madu
” Bahwa merokok itu pilihan tidak bisa dipungkiri, semua pasti senang, Cuma yang harus diketahuii adalah kebenaranya. Sah atau tidak sahnya. Legal dan ilegalnya,” tegas Sirod.
Masyarakat kata Sirod harus tahu bahwa ketika kita merokok yang legal berarti kita berkontribusi terhadap pajak ke negara.
Melalui bea cukai itulah kita memberikan pajak ke negara yang nantinya untuk dikembalikan ke masyarakat.
” Secara otomatis kita ikut membangun negara. Soalnya dari hasil pajak atau bea cukainya itu masuk ke pemerintah terbukti dengan banyaknya bantuan -bantuan, atau ke desa ke seluruh pelosok nusantara salah satunya dari pajak,” katanya. (gilang)

