GARUT — Atikah, warga Kampung Joglo RT 01 RW 11, Desa Karangpawitan, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, mendapat perhatian dari sejumlah pihak setelah sekitar delapan tahun menjalani kehidupan dalam kondisi terbatas akibat stroke.
Atikah diketahui tidak dapat berjalan sejak menderita stroke. Kondisi tersebut membuat berbagai aktivitas sehari-hari, seperti bangun dari tempat tidur, mengambil makanan hingga beraktivitas di luar rumah, harus dilakukan dengan bantuan orang lain.
Atikah juga diketahui hidup seorang diri dan tidak memiliki anak yang dapat menjadi tempat bergantung di masa tua.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, yang mengunjungi Atikah secara langsung pada Selasa (6/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Yudha memberikan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai dari pribadi. Bantuan juga diberikan Dinas Ketahanan Pangan berupa beras dan telur.
Pemerintah Desa Karangpawitan turut hadir dalam kegiatan tersebut melalui Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bersama pendamping sosial.
Yudha Puja Turnawan menjelaskan, Atikah telah lama menderita stroke. Selama sekitar delapan tahun, penyakit tersebut membuatnya tidak dapat berjalan dan harus menjalani kehidupan dengan berbagai keterbatasan.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk makan dan minum, Atikah selama ini mendapatkan bantuan dari saudara yang rumahnya berada berdampingan dengannya.
Kondisi Atikah menunjukkan bahwa keterbatasan fisik dapat membuat seseorang sangat bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Bagi Atikah, bantuan yang diberikan mungkin tidak serta-merta mengubah kondisi kehidupannya. Namun, kehadiran sejumlah pihak di rumahnya menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi perempuan yang selama bertahun-tahun menjalani kehidupan dengan keterbatasan.
Kunjungan tersebut juga menunjukkan pentingnya kepedulian terhadap warga yang berada dalam kondisi rentan, terutama mereka yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya dukungan dari keluarga, pemerintah maupun masyarakat, Atikah diharapkan tetap mendapatkan perhatian dalam menjalani kehidupannya.
Kehadiran berbagai pihak di rumah Atikah menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap warga yang membutuhkan tidak selalu harus diwujudkan dalam bantuan besar. Perhatian, kunjungan dan dukungan terhadap kebutuhan dasar juga menjadi bagian penting dalam memastikan warga yang hidup dalam keterbatasan tidak merasa terabaikan.(Pey)

