GARUT – Camat Pasirwangi, Kabupaten Garut, Bambang Rudijanto, berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan akses jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Pasirwangi dengan kecamatan lain. Keberadaan jalur tersebut dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjadi jalur evakuasi dan mitigasi apabila terjadi bencana alam.
Bambang mengatakan, hingga saat ini Kecamatan Pasirwangi hanya memiliki satu jalan poros kabupaten sebagai akses utama keluar masuk wilayah. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko apabila terjadi bencana alam yang menyebabkan jalur utama terputus.
Menurutnya, Pasirwangi merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Garut yang memiliki potensi kerawanan bencana, terutama tanah longsor, pergerakan tanah, dan gempa bumi. Bahkan, sejumlah kejadian bencana pada tahun-tahun sebelumnya sempat mengancam jalan poros kabupaten maupun akses penghubung antar desa.
“Karena memang Pasirwangi ini adalah daerah yang rawan bencana terutama tanah longsor dan pergerakan tanah juga gempa. Seperti beberapa tahun lalu terjadi bencana itu mengancam Jalan poros kabupaten dan juga Jalan poros antar desa,” ujar Camat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Bambang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan jalan penghubung antara Kecamatan Pasirwangi dengan Kecamatan Samarang maupun Kecamatan Sukaresmi. Jalur alternatif itu diharapkan dapat menjadi akses transportasi cadangan sekaligus jalur penyelamatan ketika terjadi keadaan darurat.
“Kita mengharapkan adanya akses jalan minimal yang menghubungkan antar Kecamatan. Ya itu Jalan yang menghubungkan antara Pasirwangi dengan Samarang maupun Pasirwangi dengan Sukaresmi, sebagai jalur evakuasi dan mitigasi bencana apabila terjadi suatu hal yang tak terduga,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan jaringan jalan tersebut perlu diawali dengan perencanaan yang matang. Salah satunya melalui penyusunan master plan agar pengembangan infrastruktur jalan dapat dilakukan secara terarah dan sesuai kebutuhan wilayah.
“Untuk itu perlu direncanakan terlebih dahulu master plan untuk rencana jaringan jalannya,” ujar Camat.
Bambang juga menyebutkan sejumlah desa di Kecamatan Pasirwangi yang berbatasan langsung dengan kecamatan lain dan berpotensi menjadi titik pengembangan akses jalan alternatif. Di antaranya Desa Pasirkiamis yang berbatasan dengan Kecamatan Sukaresmi, serta Desa Padamulya dan Desa Barusari yang berbatasan dengan Kecamatan Samarang.
“Ada beberapa desa yang berbatasan langsung dengan kecamatan lain yaitu desa Pasirkiamis dengan kecamatan Sukaresmi, kemudian desa Padamulya dengan kecamatan Samarang dan desa Barusari dengan kecamatan Samarang,” ujar camat.
Selain untuk kepentingan mitigasi bencana, pembangunan jalan alternatif juga dinilai dapat mengatasi persoalan kepadatan lalu lintas di wilayah Pasirwangi. Bambang menjelaskan, kondisi jalan yang relatif sempit kerap menyebabkan kemacetan, terutama saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan pada hari libur panjang atau long weekend.
Dalam kondisi tersebut, kendaraan besar dari dua arah berlawanan bahkan harus melintas secara bergantian di sejumlah titik. Pengaturan lalu lintas tersebut dilakukan dengan bantuan pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya kemacetan total.
“Adakalanya pada saat kunjungan padat ke arah pariwisata, khususnya pada saat hari libur atau pada long weekend, ini terjadi lonjakan kendaraan-kendaraan besar. Nah ini kalau ada kendaraan yang harus bergerak melintasi pasir wangi dari Palnunjuk sampai Karyamekar, itu di beberapa spot lokasi harus bergantian, tidak bisa masuk secara bersamaan,” ujarnya.
Bambang berharap, pembangunan jaringan jalan alternatif dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang bagi Kecamatan Pasirwangi. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu memperlancar arus kendaraan, mendukung sektor pariwisata, serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.(Feri)

