GARUT – Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang rawan terhadap gempabumi. Potensi gempabumi di wilayah ini dipicu oleh aktivitas megathrust selatan Jawa Barat serta adanya sesar aktif seperti Sesar Garsela (Garut Selatan) yang membentang di daratan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat diguncang gempa yang menimbulkan dampak signifikan, diantaranya:
• Gempa M6,5 pada 27 April 2024 di Laut 156 Km BaratDaya Kab. Garut dengan kedalaman yang cukup dalam yaitu 70 Km, yang mengguncang luas wilayah Jawa Barat dan menimbulkan beberapa kerusakan di sejumlah daerah.
• Gempa M4,9 pada 18 September 2024 di Kertasari, Kabupaten Bandung, yang getarannya terasa kuat di Kab. Bandung, Kab. Garut dan sekitarnya, serta menyebabkan kerusakan bangunan.
Selain potensi dari sesar aktif, ancaman gempabumi besar juga datang dari zona megathrust Selatan Garut Jawa Barat. Skenario gempabumi dengan magnitudo 9,1 dapat memberikan guncangan kuat hingga mencapai VII–VIII MMI di wilayah Kabupaten Garut dan berpotensi tsunami untuk wilayah Garut Selatan, dampak guncangan tersebut dapat menimbulkan kerusakan serius pada bangunan dan infrastruktur.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG melalui unit Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu (DST) tengah mengembangkan Sistem Peringatan Dini Gempabumi (Earthquake Early Warning System/EEWS). Sistem ini bertujuan memberikan informasi beberapa detik sebelum guncangan kuat dirasakan masyarakat, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama di daerah yang dekat dengan sumber gempa (blind zone).
Untuk mendukung upaya tersebut, BMKG Stasiun Geofisika Bandung menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (SLG) Garut pada Selasa, 1 Oktober 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Rancabango, Kabupaten Garut. Kegiatan ini diikuti oleh ±55 peserta yang berasal dari unsur BPBD Kabupaten Garut, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, sekolah rawan bencana, relawan, warga Desa Rancabango, dan rekan-rekan media.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian 10 Tahun SLG di Jawa Barat, yang sejak 2015 telah digelar di berbagai daerah rawan gempabumi dan tsunami, seperti Pangandaran, Garut, Sukabumi, Sumedang, dan Tasikmalaya. Saat ini tema yang kami angkat: “10 Taun SLG, 10 Taun Ngawangun Kasiapsiagaan Pikeun Salamet tina Musibah Gempabumi jeung Tsunami di Wewengkon Jawa Barat” atau dalam bahasa Indonesia: “10 Tahun SLG, 10 Tahun membina kesiapsiagaan untuk selamat dari bencana gempabumi dan Tsunami di wilayah Jawa Barat.”
Kegiatan SLG ini berlangsung selama 2 hari dengan rangkaian kegiatan:
Hari Pertama kegiatan BMKG Goes to School (GTS) ke SMPN 2 Tarogong Kaler.
Hari kedua pelaksanaan SLG dimulai dengan Pembukaan resmi, Simulasi Gempabumi Kuat, paparan potensi ancaman gempabumi dan Tsunami, materi Sistem dan Produk Informasi Gempabumi dan Tsunami, dan materi Kesiapsiagaan Gempabumi dan Tsunami, Diskusi kelompok dan Table Top Exercise (TTX), Penyusunan rekomendasi dan tindaklanjut.
Melalui kegiatan ini, BMKG berharap masyarakat Garut, memiliki pemahaman yang lebih baik dan keterampilan praktis dalam menghadapi ancaman gempabumi dan tsunami.

