MOSKOW – Setelah bertemu dengan Presiden Ukraina, Presiden Jokowi kembali melanjutkan kunjungannya ke Moskow, Rusia bertemu dengan Presiden Putin.
Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, Presiden Jokowi berkunjung adalah dalam rangka membawa misi damai agar kedua negara yang tengah berperang itu dapat mencari solusi bersama untuk berdamai mengakhiri perang.
Presiden Jokowi sendiri menyampaikan ada beberapa poin penting dari hasil diskusi dengan Presiden Putin. Diantara poin pertemuan itu antara lain:
Yang pertama, Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Putin yang sudah menerima kunjungannya di Moskow.
Kedua lanjut Jokowi, bahwa isu perdamaian dan kemanusiaan selalu menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Dan konstitusi Indonesia mengamanatkan agar Indonesia selalu berusaha berkontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.
“ Dalam konteks inilah saya melakukan kunjungan ke Kyiv dan Koskow,” ujar Presiden Jokowi saat pidatonya bersama Putin, Kamis 30 Juni, sebagaimana dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.
Selanjutnya Jokowi menyampaikan bahwa situasi saat ini masih sangat sulit namun ia tetap ingin menyampaikan penyelesaian perdamaian itu sangat penting. Yaitu dengan terus membuka ruang dialog antara kedua belah pihak.
“ Saya telah menyampaikan pesan Presiden Zelenskyy dan saya sampaikan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi kedua pemimpin tersebut,” ujar Jokowi.
Selain itu, presiden Jokowi juga menekankan kepada Presiden Putin bahwa pangan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan dan kepentingan masyarakat dunia.
Ratusan juta manusia di dunia terutama dari negara berkembang sangat membutuhkan pasokan pangan dan pupuk. Oleh karena itu menurutnya rantai pasok pupuk dan pangan ini diharapkan tidak terganggu dengan perang Rusia dan Ukraina.
“ Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan untuk pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina. Ini sebuah berita yang baik,” kata Presiden Jokowi.
BACA JUGA: Pertama Kali Dikunjungi Pemimpin Asia, Presiden Ukraina Sampaikan Terima Kasih ke Indonesia
Presiden Jokowi juga dalam hal ini mendukung upaya PBB untuk reintegrasi komoditi pangan dan pupuk baik dari Rusia dan Ukraina untuk masuk kembali ke rantai pasok dunia.
“ Dan khususnya jalur ekspor jalur pangan Ukraina, terutama jalur laut tadi Presiden Putin sudah memberikan jaminannya,” tegas Jokowi.
Selanjutnya Presiden Jokowi juga berdiskusi panjang dengan Putin mengenai kerja sama antara Rusia dan Indonesia, baik di bidang investasi, perdagangan maupun di bidang turisme, yang akan ditindak lanjuti nantinya dengan membentuk tim agar pembahasannya detail.
BACA JUGA: Presiden Jokowi Tegaskan Maksud Kunjungannya ke Ukraina untuk Misi Perdamaian
“ Sebagai penutup, dapat saya sampaikan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun, kecuali dapat melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk dan energy segera dapat diperbaiki karena ini menyangkut kehidupan ratusan juta orang bahkan miliaran manusia,” kata Jokowi.
“ Saya mengajak seluruh pemimpin dunia bisa bekerja sama kembali menghidupkan semangat multi lateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Hanya dengan spirit itulah perdamaian dapat dicapai,” tutup Presiden Jokowi. (*)

