Site icon Bircunews

Atap Rumah Ambruk Diterjang Hujan, Yudha Puja Turnawan Dorong Kolaborasi Bantu Lansia Dhuafa di Cikajang

GARUT — Kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Pada Kamis (29/10/2026), ia mengunjungi rumah Ibu Popon, seorang lansia janda dhuafa di Kampung Pengkolan RT 03 RW 12, Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, yang atap rumahnya ambruk akibat hujan deras.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan bagian atap rumah Ibu Popon ambruk, sehingga membutuhkan penanganan dan bantuan untuk perbaikan tempat tinggalnya.

Dalam kunjungan itu, Yudha hadir bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Garut, jajaran PAC PDI Perjuangan Cikajang, Kepala Desa Margamulya, serta perangkat desa. Ia turut memberikan bantuan berupa sembako dan santunan uang tunai dari dana pribadinya untuk meringankan beban Ibu Popon.

Yudha mengatakan, bantuan bagi warga terdampak bencana tidak cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, diperlukan langkah nyata agar rumah yang rusak dapat kembali diperbaiki sehingga penghuninya memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena Ibu Popon merupakan seorang lansia janda dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati, saya berharap kolaborasi pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dapat dioptimalkan untuk membantu warga yang rumahnya rusak akibat bencana,” ujar Yudha.

Ia menjelaskan, Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Garut saat ini telah kehabisan persediaan bahan bangunan untuk bantuan perbaikan rumah yang terdampak kebakaran maupun rumah roboh. Karena itu, menurutnya, diperlukan alternatif sumber pendanaan agar warga yang mengalami musibah tetap memperoleh bantuan.

Yudha berharap berbagai sumber pendanaan dan bantuan sosial dapat disinergikan untuk membantu Ibu Popon membangun kembali rumahnya. Ia menyebut, bantuan dari Dinas Sosial, DKP, dan Palang Merah Indonesia (PMI), serta bantuan pribadi yang diberikannya, merupakan bentuk kepedulian awal untuk meringankan beban korban.

Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi Ibu Popon adalah perbaikan rumah agar dapat kembali ditempati dengan aman.

“Yang paling dibutuhkan Ibu Popon saat ini adalah bantuan untuk memperbaiki rumahnya. Saya berharap Bapak Bupati dapat mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber, termasuk CSR dan Baznas, agar warga yang tertimpa musibah bisa segera mendapatkan penanganan,” tegasnya.

Bagi Yudha, kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah harus diwujudkan melalui kerja sama yang konkret. Pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergotong royong agar warga kurang mampu yang terdampak bencana tidak menghadapi kesulitan seorang diri.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus diperkuat sehingga warga Kabupaten Garut yang mengalami musibah dapat memperoleh bantuan sesuai kebutuhan, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan.

“Semoga kita bisa bahu-membahu membantu warga Garut yang terkena musibah,” pungkasnya.(Gilang)

Bircunews

Kami Bircunews.com adalah perusahaan media. memberikan informasi berimbang, informatif, edukatif dan berpedoman terhadap undang-undang pers no 40 tahun 1999. Hubungi Kontak Kami untuk Iklan dan Pengaduan Keredaksian di Kontak WA: 082.295.693.903

Exit mobile version