MEDAN – Anggota DPRD provinsi Sumatera Utara (Sumut), Yahdi Khoir Harahap (fraksi PAN) menyuarakan keprihatinan atas kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang berlubang-lubang dan berbahaya di sepanjang jalan Asahan yang berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan beberapa titik menuju Kotamadya Tanjungbalai.
“Lubang-lubang itu sangat berbahaya, terutama bagi pemudik yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru (Nataru),”kata anggota Komisi D tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dipimpin Ketua Komisi D Benny Harianto Sihotang dengan Kepala BBPJN Brawijaya, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Bambang Pardede dan Kadis Perhubungan Sumut Supriyanto di Medan, kemarin (13/12).
Menurut Yahdi, kawasan disepanjang jalan Asahan yang berbatasan dengan Sergai, dan beberapa titik menuju Tanjungbalai tersebut diharapkan secepatnya diperbaiki. Guna antisipasi kemacatan arus lalu lintas jelang Natal dan Tahun Baru.
“Saya baru saja lewat dari jalan Tanjung Kasau di Batubara, kondisi jalan sudah tampak hancur. Kita kwatirkan, arus lalu lintas akan terganggu pada puncak perayaan nanti, karena diprediksi arus mudik meningkat jelang Nataru,” kata anggota dewan Dapil V Asahan-Batubara-Tanjungbalai ini.
Kemudian, dirinya juga menjelaskan jalan lubang-lubang menganga di Laut Tador yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sergai. Karena, akibat kondisi jalan yang hancur, banyak laporan sering terjadi kecelakaan.
Begitu juga jalan nasional di Kuala Tanjung, dekat simpang gallon dan kawasan Sungai Padang, yang terkesan dibiarkan, sehingga dapat mengancam nyawa pengendara.
Selain jalan nasional, Yahdi juga mengkhawatirkan jembatan Bandar Khalifah di Kabupaten Sergai yang menghubungkan kabupaten di Deli Serdang hingga Asahan yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Ini masuk dalam proyek multiyears dan kita berharap BMBK secepatnya memperbaiki, paling tidak untuk mencegah ambruknya jembatan dengan melakukan perbaikan sementara,”ujar Yahdi, Rabu (14/12/2022).
“Itu perlu dilakukan karena banyak perantau dari Pekanbaru yang berada di kawasan itu yang tiap pergantian tahun melintas di jembatan tersebut menuju kampung halaman mereka. Juga terdapat warga Taput yang hendak pulang ke Pagururan, atau sebaliknya,”sambung Yahdi.
Merespon itu, Kepala BBPJN Sumut Brawijaya menegaskan, pihaknya sudah melakukan survei di lapangan, dan untuk jalan yang masuk adalah kewenangannya. Hal itu dilakukan guna memastikan tidak terjadi tumpang tindih kewilayahan provinsi, kabupaten/kota dan nasional.
“Kita pernah turun ke salah satu titik di Kisaran, dekat rel KA, yang masuk jalan nasional, tapi oleh warga setempat kami diusir, kami bingung. Untuk penanganan sementara, kita sudah perintahkan jajajaran mulai 15 Desember 2022 untuk melakukan perbaikan,” katanya.
baca juga: Humas DPRD Sumut Gelar ‘Coffee Morning’ Dengan Rekan Media
Perbaikan yang dalam waktu dekat dilakukan, lanjut Brawija, seperti di kawasan jalan dekat tol Helvetia, Medan Helvetia, yang pekan lalu terjadi pembunuhan, dengan cara menutup lubang guna mencegah kecelakaan.
baca juga: Kades Mekarwangi Bicara Soal Alokasi Dana Desa 2023
Hal yang sama juga ditandaskan Kadis BMBK Bambang Pardede bahwa pihaknya akan memulai pembangunan jembatan Bandar Khalifah, melalui anggaran multiyears.
“Ini pasti kita perbaiki, namun kita berharap dukungan dewan untuk support anggaran lanjutan yang tersisa Rp 1,7 triiiun lagi tahun 2023,” pintanya. (ind)



