GARUT — Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) meninjau korban kebakaran di Kampung Daramaga RT 06 RW 01, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Senin, 12 Januari 2026.
Kunjungan tersebut menjadi wujud empati sekaligus kehadiran negara di tengah warga yang sedang tertimpa musibah. Dalam kesempatan itu, Yudha Puja Turnawan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan santunan uang tunai kepada para korban. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan turut menyalurkan bantuan beras serta kebutuhan pangan lainnya.
“Pada hari Senin, 12 Januari 2026, saya bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pemerintah Kecamatan Sukaresmi, Pemerintah Desa Mekarjaya, Bhabinkamtibmas, serta RT dan RW setempat datang langsung menengok warga Kampung Daramaga yang tertimpa musibah kebakaran,” ujar Yudha Puja Turnawan.
baca juga: Anggota DPRD Garut bersama Bupati Abdusy Syakur Tinjau Janda Tua Korban Kebakaran
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik. Akibat kejadian itu, empat unit rumah warga terdampak, dengan rincian dua rumah hangus terbakar dan dua lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Adapun rumah yang terdampak masing-masing milik Bapak Enci bersama istrinya Dede serta Bapak Arif Saepuloh bersama istrinya Susi Sawiyah, yang mengalami kerusakan total. Sementara dua rumah lainnya milik Bapak Atang dan istrinya Elit, serta Bapak Yamin dan istrinya Elis, terbakar sebagian.
Yudha menegaskan, kehadiran dirinya bersama jajaran pemerintah bertujuan untuk memberikan penguatan mental dan batin kepada para korban agar tidak merasa sendirian menghadapi cobaan berat tersebut.
“Kita datang untuk menguatkan hati warga yang terkena musibah. Mereka harus tahu bahwa mereka tidak sendiri, ada pemerintah dan masyarakat yang peduli,” tuturnya.
baca juga: Kios Khadizarah Bibit, Sentra Bibit Alpukat Unggulan di Kabupaten Garut
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan kolaborasi lintas sektor. Dinas Ketahanan Pangan memberikan bantuan beras dan lauk pauk, sementara secara pribadi Yudha menyisihkan sebagian gaji dan tunjangannya untuk membantu korban melalui paket sembako dan santunan tunai.
Lebih lanjut, Yudha Puja Turnawan mendorong Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Perumahan dan Permukiman, agar segera mengalokasikan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga yang rumahnya hangus terbakar. Ia menyoroti kondisi ekonomi para korban, di mana Bapak Arif bekerja sebagai buruh bangunan dan Bapak Enci sebagai buruh pangkas rambut, yang penghasilannya tentu sangat terdampak akibat kehilangan tempat tinggal.
“Jika APBD Garut terbatas, Pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari Baznas serta CSR perusahaan. Apalagi kita sudah memiliki Perda TJSLP yang direvisi pada tahun 2025. Ini harus dimaksimalkan untuk membantu warga yang terkena musibah,” tegasnya.
Selain bantuan jangka pendek, Yudha juga meminta Pemerintah Desa Mekarjaya agar segera berkoordinasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mengusulkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) ke Kementerian Sosial sebagai langkah pemulihan jangka panjang bagi keluarga korban.
Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam menghadirkan perlindungan sosial dan kemanusiaan, terutama bagi warga yang tengah menghadapi bencana dan kehilangan tempat tinggal.

